Senaning, satu nama kecamatan yang sangat asing bagi saya, terlebih lagi wilayah tersebut jauh dari tempat kelahiran saya, yaitu Sambas. Perjalanan ini adalah salah satu perjalan dinas luar kota saya yang cukup jauh mengingat rutenya asing bagi saya. Sudah menjadi tuntutan profesi, seseorang diwajibkan mewakili perusahaan hadir ke lokasi, bukan hanya sekedar urusan administrasi tapi sebagai teknisi yang siap melaksanakan proses instalasi peralatan, dalam hal ini adalah instalasi alat kesehatan khususnya Furniture (Bed pasien, tiang infus, laci obat, lemari obat dsb). Keberangkatan dari tempat kediaman - Pontianak menuju Sintang cukup mudah, cukup naik Damri, tapi untuk menuju kecamatan Senaning..ini beda cerita, ngeri2 sedap sensasinya, apa lagi rutenya berlika-liku..plusss...turun naik bukit. Yang pasti, bukan mobil sembarangan yang bisa lewat rute itu, pastinya mobil yang handal baru bisa masuk, wajib dobel gardan nih mobil,,soalnya banyak tanjakan & medannya masih tanah merah, "ban cangkul" juga jadi opsi terbaik buat pak Supir untuk menaklukkan medan ini.
Sedikit informasi tuk kalian, Senaning merupakan salah satu kecamatan terluar dari wilayah Sintang, kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Untuk menuju wilayah ini kita bisa melewati jalur sungai & darat. Untuk rute sungai bisa ditempuh dengan waktu 4 jam & jika lewat darat biasa ditempuh dengan waktu sekitar 5 sampai 6 jam, seperti itulah info yang saya dapatkan dari masyarakat di Sintang, namun, khusus untuk jalur darat waktu tempuh itu ternyata berlaku untuk kondisi kering saja, ketika kondisi jalan becek atau saat musim hujan, waktu tempuhnya jadi lebih lama bisa sekitar 7-10 jam.
Yoi,,benar saja saat itu saya berangkat pas musim hujan dah sudah bisa ditebak, jalan becek & bahkan beberapa wilayah terendam banjir. Kata pak Supir, setidaknya ada 2 lokasi tempat langganan truk amblas. Yang paling parah adalah wilayah perkampungan sawit, entah apa nama kampungnya yang jelas tidak ada jalur listrik, wilayah ini sekitar 2 jam perjalanan dari jam keberangkatan dari Kota Sintang. Selama perjalanan, selalu disuguhkan dengan tema "sawit", entah itu kebun, tandan kosong, alat panen, muatan truk, sampah tepi jalan..pokoknya ada embel2 sawit, maklum saja Kabupaten Sintang termasuk salah satu penghasil sawit terbanyak.
Perjalanan ini pun jadi momen paling berkesan, entah itu kesan baik atw buruk,,tergantung dari masing2 sudut pandang :-) . Berikut saya hadirkan pengalaman itu melalui sebuah video.
Part 1 >>>>>
Part 2 >>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar